Metro, Lampung – Tim peneliti dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) melakukan kunjungan lapangan pertama ke Pondok Pesantren Tri Bhakti Al-Qudwah, Metro, sebagai bagian dari riset mereka mengenai dinamika pendidikan inklusi berbasis Islam di lingkungan pesantren.
Penelitian ini merupakan salah satu program dari Bantuan Penelitian Standar Biaya Keluaran (SBK) UIN RIL Tahun 2025 yang berfokus pada klaster Pengembangan Program Studi. Ketua tim peneliti, Ibu Uswatun Hasanah,M.Pd.I dan tim Ibu Ida Faridatul Hasanah, M.Pd menjelaskan bahwa pesantren ini dipilih karena dikenal sebagai Pesantren Inklusi pertama di Provinsi Lampung yang memberikan ruang bagi santri anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk mendapatkan pendidikan agama dan umum. “Ini adalah kunjungan pertama kami. Kami akan melakukan beberapa kali kunjungan untuk mengumpulkan data secara komprehensif,” ujarnya.
Dalam kunjungan ini, tim peneliti berencana untuk melakukan wawancara mendalam dengan pimpinan pesantren, seluruh ustadz dan ustadzah, serta para santri ternasuk santri ABK. Selain itu, mereka juga akan melakukan observasi langsung untuk melihat bagaimana proses pembelajaran, ibadah dan interaksi sosial berjalan di pesantren.
”Tujuan kami adalah memahami secara mendalam bagaimana pendidikan inklusi berbasis Islam diterapkan di sini, bagaimana dampak penerapan pendidikan inklusi berbasis Islam di Pesantren Tri Bhakti Al-Qudwah Metro terhadap pembentukan karakter santri ABK, serta tantangan yang dihadapi dan inovasi yang telah dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang suportif bagi semua santri,” tambah Ibu Uswatun.
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam pengembangan program studi dan menjadi masukan bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam mengimplementasikan pendidikan inklusi.



