Mahasiswa Semester 1 PAI FTK UIN Raden Intan Lampung Tampil di forum Kancah Internasional
YOGYAKARTA – Di tengah derasnya arus informasi keagamaan di ruang siber, kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa kembali menunjukkan taringnya di level internasional. Tim peneliti yang terdiri dari Roby Al Ghifari (Mahasiswa PAI), Uswatun Hasanah(Dosen PAI, dan Khoirul Umam Adzakky ( Alumni PAI) mempresentasikan temuan menarik mereka dalam gelaran The 5th International Conference on Religion, Science and Education (ICRSE) 2025 yang berlangsung pada 3 Desember 2025. Di selenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.



Membawa judul artikel ilmiah “The Phenomenon of Digital Religious Cognition Among Muslim Students”, riset ini menyoroti bagaimana generasi Z, khususnya mahasiswa Muslim, menavigasi kebenaran di tengah “banjir” konten agama di media sosial.
Bukan Sekadar Konsumen Pasif
Penelitian ini mengungkap temuan krusial: mahasiswa Muslim saat ini tidak lagi menjadi konsumen informasi yang pasif. Sebaliknya, mereka mengembangkan pola kognisi keagamaan digital yang reflektif.
“Mahasiswa cenderung bersikap kritis. Mereka tidak langsung menelan mentah-mentah konten yang lewat di beranda mereka, melainkan melakukan verifikasi sumber dan membandingkannya dengan otoritas keagamaan yang mapan,” ungkap tim peneliti dalam presentasinya.”
Strategi yang dilakukan mahasiswa saat menemui perbedaan ajaran daring meliputi:
- Verifikasi Sumber: Memastikan kredibilitas pembuat konten.
- Komparasi Pengetahuan: Menghubungkan informasi baru dengan basis ilmu agama yang sudah dimiliki (pesantren atau sekolah).
- Konsultasi Otoritas: Merujuk kembali pada kiai atau akademisi yang terpercaya.
Urgensi Literasi Digital Keagamaan
Kehadiran riset ini di ICRSE 2025 dinilai sangat relevan dengan tema konferensi tahun ini, yaitu “Empowering Education and Scientific Innovation through Faith-Based Values”.
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Dengan pola kognisi yang beretika dan bijak, mahasiswa diharapkan mampu menjadi benteng terhadap penyebaran informasi yang ekstrem atau tidak akurat, sehingga tercipta suasana keberagamaan yang moderat dan bertanggung jawab di ruang digital.
Prestasi kolaboratif ini membuktikan bahwa sinergi antara dosen dan mahasiswa mampu menghasilkan pemikiran inovatif yang menjawab tantangan zaman, sekaligus mengharumkan nama institusi UIN RIL di kancah akademik global.
