Bandar Lampung- Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung kembali menegaskan eksistensinya sebagai kampus unggul melalui ajang Grand Final Pemilihan Duta Raden Intan 2026. Dalam malam puncak yang berlangsung meriah di GSG KH Ahmad Hanafiah pada 2 Mei 2026, dua mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berhasil meraih posisi 1st Runner Up, menunjukkan kualitas akademik dan karakter unggul mahasiswa bidang keislaman.Kedua mahasiswa tersebut adalah Danial Hanif dan Zahratul Ilma, yang sama-sama berasal dari jurusan Pendidikan Agama Islam. Prestasi ini menjadi indikator penting bahwa mahasiswa PAI tidak hanya unggul dalam aspek keilmuan religius, tetapi juga memiliki kompetensi komunikasi, kepemimpinan, dan representasi publik yang kuat.Ajang Pemilihan Duta Raden Intan 2026 sendiri diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang kemudian diseleksi secara ketat hingga menyisakan 20 finalis terbaik dari berbagai fakultas. Proses seleksi mencakup tahapan administrasi, tes tertulis, wawancara, hingga motion challenge yang menilai kemampuan berpikir kritis, argumentasi, dan wawasan kebangsaan.Pada malam grand final, para finalis menampilkan kemampuan terbaik mereka melalui parade, penyampaian gagasan, serta sesi tanya jawab bersama dewan juri. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek intelektualitas, spiritualitas, dan integritas yang menjadi motto kampus, yakni Ber-ISI (Intellectuality, Spirituality, Integrity).Posisi juara utama diraih oleh Muhammad Alfath Nurfaiz (Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam) dan Aisyah Nurzakkiya (Komunikasi dan Penyiaran Islam), sementara posisi runner up pertama ditempati oleh dua mahasiswa PAI tersebut. Hal ini memperlihatkan distribusi prestasi lintas program studi, sekaligus memperkuat peran PAI sebagai salah satu pilar akademik strategis di lingkungan kampus.Secara akademik, capaian ini dapat dimaknai sebagai bentuk keberhasilan integrasi antara hard skills dan soft skills dalam pendidikan tinggi Islam. Mahasiswa PAI tidak hanya dibekali kompetensi pedagogik dan keagamaan, tetapi juga kemampuan public speaking, personal branding, serta literasi digital yang relevan dengan kebutuhan era global.Selain itu, kegiatan ini juga memiliki fungsi strategis sebagai media pembentukan agen perubahan di lingkungan kampus. Para duta terpilih akan menjalankan peran representatif selama dua tahun, dengan tugas menyebarluaskan nilai-nilai kampus serta membangun citra positif institusi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.Dengan keberhasilan dua mahasiswa PAI meraih posisi runner up, UIN Raden Intan Lampung semakin menunjukkan bahwa pendidikan agama tidak hanya berorientasi pada aspek normatif, tetapi juga mampu melahirkan figur-figur inspiratif yang adaptif terhadap dinamika sosial dan komunikasi publik. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk mengembangkan potensi secara holistik dan berdaya saing global.

By adminpai

Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung berdiri sejak tahun 1989 dengan SK Dirjen Dikti No. 07/DIKTI/1989 yang merupakan cikal bakal fakultas tarbiyah dan perguruan UIN Raden intan Lampung. Berkomitmen untuk menghasilkan calon-calon guru Pendidikan Agama Islam yang profesional dan berakhlakul karimah. Sejalan dengan visi misi prodi Pendidikan Agama Islam yaitu: visi " Unggul Integritas Kompetitif dan Berwawasan Lingkungan dalam Mengembangkan Pendidikan Agama Islam Berakhlakul karimah di tingkat Internasional pada tahun 2035" Misi: "menyelenggarakan program pendidikan dan pengajaran yang berakhlakul karimah serta berwawasan lingkungan menyelenggarakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat serta menjalin kerjasama dengan berbagai berbagai pihak untuk meningkatkan mutu nasional dan internasional".

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *